Walau jadul tetap bernilai

Standar

Cool Running, sebuah judul film yang ku tonton dua hari kemarin. Pada awalnya, tidak ada niatan sedikitpun untuk menonton film ini. Pada hari itu aku diminta ibu untuk pulang lebih awal dari biasanya, karena biasanya aku pulang ke rumah sekitar pukul 10 sampai 12 malam, lebih dari jam 12 harus nginep. Kembali ke awal, kenapa ibu meminta aku untuk pulang cepat pada hari tersebut adalah karena pada hari itu ibu memintaku untuk membantunya membuat kue di rumah.  Akhirnya aku pulang lebih awal hari itu, namun di hari tersebut ibu tidak jadi membuat kue, dan aku pun akhirnya menonton film. Saat itulah aku menemukan sebuah saluran yang menampilkan film “cool running” ini.

Awalnya film ini menceritakan tentang empat orang pemuda asal jamaika, yang pertama bernama Sanka, juara lomba kereta dorong se-Jamaika. Selanjutnya ada Derice Bannock, seorang anak dari seorang juara olimpiade lari cepat 100 m. Derice memiliki keinginan mengikuti jejak sang ayah sebagai atlet pelari cepat 100 m. Pada saat mengikuti seleksi atlet lari cepat 100 m, Derice bertemu dengan Yu dan Junior, yang sama-sama mengikuti seleksi tersebut. Tak disangka usaha Derice berlatih selama ini gagal karena Junior jatuh di tengah pertandingan, dan membuatnya jatuh bersama Junior dan Yu.

Akibat kegagalan tersebut Derice mencari cara untuk bisa mengikuti olimpiade. Ketika melihat foto sang ayah bersama temannya, Ia tahu bahwa ayahnya pernah direkrut untuk seorang atlet kereta luncur bernama Irv, untuk bergabung ke dalam tim kereta luncurnya. Derice yang mengetahui hal tersebut mencari Irv untuk melatihnya menjadi seorang atlet kereta luncur. Suatu keajaiban, disaat Derice merekrut pemuda di Jamaika ternyata hanya Dia, Sanka, Yu, dan Junior yang bersedia bergabung, dari sanalah kisah Cool Running ini di mulai.

Dengan diakhiri dengan gagalnya mereka menjuarai lomba kereta luncur di Kanada, menjadikan kisah ini sangat baik menurut ku. Tidak seperti kisah-kisah ajaib, dimana sang tokoh utama berhasil menjadi yang terbaik dari yang awalnya tidak ada apa-apanya. Dari film ini, aku mendapatkan beberapa hikmah yang dapat ku ambil.

Ketika Derice gagal menjadi seorang atlet lari cepat 100 m Jamaika, padahal ia selalu berlatih setiap harinya. Dibalik kegagalannya ternyata ada sesuatu yang jauh lebih baik, karena setelah itu ternyata nasib berkata lain, ia kini dikenal sebagai salah satu atlet kereta seluncur pertama jamaika, bukan sebagai seorang anak juara olimpiade lari 100 m. Ia pun mengangkat harga diri negaranya di depan seluruh peserta olimpiade musim dingin, padahal di Jamaika sendiri tak pernaha ada setitik salju pun yang turun.

Itu pula yang terjadi di kehidupan kita, tidak semua kegagalan yang kita alami adalah sesuatu yang buruk  bagi kita. Sebagaimana Allah katakan bahwa “ belum tentu yang menurut kita baik, baik pula menurut Allah”. Aku yakin apa yang dikatakan oleh Allah benar adanya, karena aku pun pernah mengalami hal tersebut saat hendak masuk SMA, merasa kegagalanku masuk ke pilihan pertama adalah bencana, dan setelah 5 bulan ku bersekolah di pilihan keduaku akhirnya aku sadar bahwa ini adalah hal yang sangat luar biasa dalam hidupku.

Kemudian disaat perlombaan kereta luncur, dimana Derice meniru cara-cara peserta lain pada saat memulai meluncurkan keretanya. Sanka tidak suka dia melakukan hal tersebut, Sanka berkata pada Derice,  mereka adalah orang Jamaika, punya cara Jamaika, dan mereka harus bangga sebagai Jamaika. Akhirnya dari sana Derice menyadari bahwa mereka seharusnya menjadi diri mereka sendiri, apa adanya menjadi orang Jamaika dengan ke khasan yang mereka miliki.

Ini pun mengingatkan ku untuk menjadi diriku apa adanya. Baik dengan kelebihan maupun kekurangan, karena orang akan menghargai kita jika kita juga menghargai diri kita. Memang tidak mungkin semua orang senang dengan kita yang apa adanya, namun kita harus tetap berusaha menjadi diri kita yang terbaik dengan cara kita, bukan dengan cara orag lain. Setiap orang punya caranya sendiri untuk menjadi yang terbaik.

Walaupun film ini buatan tahun 1993 dan bergenre komedi, menurutku film ini memiliki cukup banyak nilai yang bisa kita ambil bagi kehidupan kita untuk menjadi yang terbaik. Dan Allah tahu yang terbaik bagi kita semua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s