Baru terasa maknanya kini

Standar

Tak seperti biasanya, bada shubuh kali ini saya tidak langsung meneruskan ibadah shalat shubuh dengan tidur. Pagi ini entah kenapa saya tiba-tiba memiiliki keinginan untuk menonton sebuah film di sekre unit. Saya buka window eksplorer, kemudian saya buka direktori D: dimana semua film disimpan disana. Satu persatu saya baca judul film yang ada disana, sampai saya menemukan satu judul film yang tidak asing bagi saya, Patch Adam, sebuah film yang dibuat berdasarkan kisah nyata dari seorang dokter. Saya sendiri tidak mengerti mengapa saya ingin menonton kembali kisah ini.

Film yang menceritakan bagaimana seorang Patch yang ingin menolong orang dengan menjadi seorang dokter. Meningkatkan kualitas hidup si pasien, bukan mencegah kematian. Kematian itu pasti datang, hanya saja bagaimana kita bisa meningkatkan kualitas hidup seseorang ketika mendekati kematiannya. Pengalaman menonton film Patch Adam pada hari ini lain dari biasanya. Kali ini tiba-tiba  saja air mata saya mengucur keluar pada salah satu adegan film ini. Bukan disaat kekasih Patch Adam ini tewas di tembak oleh salah seorang pasien melainkan disaat Patch harus menghadapi persidangan oleh pihak universitas atas tindakannya melakukan perawatan diluar ijin.

Bagian yang menyebabkan saya mengucurkan air mata adalah ketika Patch mengungkapkan hasratnya untuk hidup.

“Kalian boleh menghalangiku dari kelulusan, kalian boleh menghalangiku mendapatkan gelar dokter, kalian boleh mencegahku untuk mendapatkan jas putih, tapi kalian tidak dapat menghentikan semangatku yang membara untuk menolong orang-orang”

Kurang lebih seperti itulah yang Patch katakan disaat persidangan hampir berakhir. Keinginan untuk dapat terus menolong orang-orang meski banyak yang menghalanginya. Semangat untuk terus menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Tak ada yang mempu menghalangi semangatnya tersebut.

Mungkin yang membuat pengalaman menonton film ini berbeda dengan sebelum-sebelumnya adalah kesadaran atau keinginan saya pada saat ini kurang lebih mirip dengan keinginannya Patch. Saya ingin hidup saya penuh manfaat dengan menolong orang lain. Memanfaatkan setiap detik dari hidup saya dengan sebaik-baiknya untuk bisa bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Serta menginspirasi banyak orang untuk memiliki semangat yang sama, walau dengan cara yang berbeda.

Pagi yang indah di bulan Ramadhan, memberikan sebuah semangat baru untuk sebuah cahaya kehidupan yang ada dalam diri saya.

One thought on “Baru terasa maknanya kini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s