Kado Sederhana

Standar

Tak terasa, dua hari kedepan saya sudah harus masuk kuliah kembali dan hari ini, akhirnya saya bisa bertemu kembali dengan beberapa teman SMA yang menemani kisah-kisah saya di SMA dulu. Baik itu kisah yang  menyenangkan maupun yang menyedih, merekalah yang selalu ada mewarnai hari-hari saya.

Ya, setelah cukup lama, akhirnya saya kembali mengunjungi SMA tercinta untuk menghadiri silaturahim.  Sebuah kenangan terukir kembali sebagai kisah hidup saya. Sebuah kado sederhana namun begitu bermakna yang saya dapatkan pada saat acara tukar kado pada silaturahim tersebut. Hal yang biasa kami lakukan semasa kami SMA dulu. Awalnya saya kira, isi kado tersebut adalah sebuah buku tulis, namun ternyata kado tersebut berisi buku tarbiyah dzatiyah, buku yang sampai saat ini belum pernah saya baca. Di dalam kado ini ada selembar kertas berisi tausyiah dari seorang sahabat seperjuangan yang isinya seperti ini

Tuhanku

Jika ibadahku

Semata mendambakan syurga yang Kau janjikan

Jauhkan surga itu dariku

Jangan biarkan ku hirup semerbak wangi bunga Firdaus

Jangan biarkan ku cium harum kasturi angin surga-Mu

Jauhkan dan jauhkan surga itu dariku

Tuhanku

Jika sembah sujudku

Karena takut semata

Bara dan api neraka

Biarkan bara api-Mu melalap jasadku

Membakar hangus seluruh tubuhku

Biarkan tulang belulang menjadi arang

Biarkan daging garing berkeping-keping

Biarkan neraka itu menghancurkan seluruh tubuhku

Akan tetapi, ya Rabb

Jika ibadah dan sembah sujudku hanya karena-Mu

Hanya mendambakan ridha-Mu

Satu-satunya yang aku tunggu dari-Mu ya Rabb

Singkapkan tabir yang menghalangi antara aku dan Engkau

Dalam dekap ridha yang selalu ku rindu sepanjang hayat

Bumi Allah

Dalam detik-detik kamar

Yang ku cintai…

Entah apa yang Allah rencanakan, yang saya tahu dibalik semua hal ini ada sesuatu yang hendak Allah sampaikan. Karena setiap kejadian pasti ada hikmahnya dan hanya orang yang berhati bersihlah yang mampu melihatnya. “semoga  kita termasuk di dalamnya”.

4 thoughts on “Kado Sederhana

  1. Ripta Permata Nuary

    Andai matahari di tangan kananku
    Takkan mampu mengubah yakinku
    Terpatri dan takkan terbeli dalam lubuk hati
    Bilakah rembulan di tangan kiriku
    Takkan sanggup mengganti imanku
    Jiwa dan raga ini apapun adanya

    Andaikan seribu siksaan terus melambai-lambaikan derita yang mendalam
    Seujung rambut pun aku takkan bimbang
    jalan ini yang kutempuh
    Bilakah ajal kan menjelang jemput rindu-rindu Syahid yang penuh kenikmatan
    Cintaku hanya untukMu tetapkan muslimku selalu

    Buku yang menemani ku untuk tetap tegar di jalan da’wah ini.. HAMSAH!!

    • amin, semoga kita selalu berada di jalan ini dan bisa mengajak keluarga kita, saudara-saudara kita, teman-teman kita, masyarakat kita berjalan di jalan yang sama, yaitu di jalan-Nya yang lurus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s