Bodoh

Standar

Detakan detik terus bergerak,

tak terasa kehilangan akan dirinya.

Seolah ia bukanlah sesuatu yang berharga.

Bahkan sering kali dianggap remeh

bahkan di pandang sebelah mata.

 

Namun kala kita telah melakukan suatu tindakan bodoh,

atas kecerobohan yang dilakukan.

Maka tersadarlah, bahwa ia begitu teramat penting.

Seandainya bisa di balik tiap detakannya, alangkah senangnya hati ini.

 

Tapi tentu saja hal tersebut merupakan kebodohan berikutnya,

detakannya bisa saja mundur

namun mundurnya ia tetaplah dikalikan dengan tanda minus (-)

sehingga kembali bernilai positif.

Semakin banyaknya kehilangan ia.

 

Dari bodoh menjadi sesat.

Dasar bodoh,

kenapa penyesalan selalu ada diakhir.

Dan kini,

tak jelas pikiran ini mau kemana,

tak satu hal pun bisa dipikirkan.

 

Ia hanya berputar tak jelas

dengan gambar-gambar buram

bahkan tidak jelas sama sekali.

Kacau balau, bak kolam lele

yang terus diaduk tak karuan oleh si empunya.

 

Sungguh sial, kenapa ini bisa terjadi.

Padahal tak ada satupun yang begitu berat rasanya.

Salah di sebelah mana?

Dicari seharian pun,

masih saja ia seperti itu.

Tak terkendali,

menjadikan hari ini anugrah yang tersia-siakan.

Tak bermanfaat, tak bernilai sama sekali


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s