Temanku Tak Setia Kawan

Standar

Setiap dari kita pasti pernah mengajak seseorang untuk ikut bersama kita. Entah itu mengajak makan, nonton, belanja dan berbagai kegiatan lainnya. Nah, yang ingin saya tanyanya, apakah semua orang yang kita ingin ajak itu mau mengikuti ajakan kita? Pastinya tidak semua orang yang pernah kita ajak mau mengikuti ajakan kita. Dari sini kita akan menemukan berbagai macam reaksi, ada orang yang dengan serta-merta menyambut ajakan kita, lalu ada orang yang menolak begitu saja dan ada juga yang harus kita yakinkan terlebih dahulu agar dia mau mengikuti ajakan kita.

Memang ada orang yang dia mudah bisa kita ajak begitu saja. Kita ajak nonton dia mau ikut nonton, kita ajak makan dia mau ikut makan, begitu pula kita ajak dia pergi bermain dia pasti ikut kita. Beda lagi dengan orang yang sulit kita diajak. Mungkin sering kali kita sudah mengajaknya hanya saja di hanya mau mengikuti beberapa ajakan kita saja.

Apakah orang yang selalu kita ajak punya rasa setia kawan lebih tinggi dibandingkan teman kita yang sulit diajak. Oh, tidak bisa. Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan dari sana. Siapa tahu, orang yang sulit kita ajak ini adalah orang keren. Kenapa? Karena bisa jadi dia punya prinsip tertentu, Sehingga dia hanya mau mengikuti ajakan tertentu saja.  Dalam hal ini saya jadi teringat dengan sebuah cara untuk menentukan sesuatu itu perlu kita ikuti atau tidak. Cara ini bisa kita gunakan untuk menentukan prioritas dalam memilih sesuatu. Diagramnya seperti di bawah ini

Dalam diagram ini kita bagi ke dalam empat zona:

Pertama, Darurat dan Mendesak maksudnya sesuatu ini sangat penting dan tidak bisa ditinggalkan, atau kata lainnya harus segera dilakukan. Kenapa? Karena jika kita tidak melakukannya bisa menyebabkan hal yang lebih buruk terjadi. Bahkan bisa jadi nyawa yang jadi taruhannya. Contohnya: Katakanlah suatu ketika ban motor saya pecah pukul 08.00 malam saat itu saya masih sangat jauh dari rumah. Bagi saya keadaan ini darurat karena saya baru bisa sampai rumah besok pagi dengan keadaan seperti itu sedangkan ada tugas yang harus saya kirim jam 12.00 malam ini. Sehingga selain darurat ini pun menjadi mendesak karena ada batas waktu yang harus saya kejar. Oleh karena itu saya harus segera mencari tukang tambal ban untuk membantu saya.

Kedua, Darurat dan Tidak Mendesak maksudnya sesuatu ini darurat namun tidak harus segera kita lakukan, bisa saja baru kita kerjakan nanti ketika hal yang lain telah kita lakukan. Dalam hal ini kebutuhan, untuk memenuhinya bisa dengan cara lain Contohnya: saya perlu laptop untuk mengerjakan tugas saya, tetapi saya belum punya sebagai gantinya saya bisa menggunakan komputer di lab untuk mengerjakannya

Ketiga Tidak Darurat dan Mendesak maksudnya sesuatu ini tidak begitu penting tetapi harus segera kita lakukan. Tidak bisa kita tunda lagi meskipun ia tidak begitu penting bagi kita. Disini batasannya adalah waktu, dia memiliki deadline yang membatasinya. Contohnya: saya hendak menonton bioskop, misalnya menonton bagi saya tidak terlalu darurat, ketika itu saya sudah membeli tiket untuk jam 13.00. Seandainya saya tidak menonton itu tidak terlalu masalah karena saya bisa menonton lain waktu. Hanya saja saya sudah membeli tiket untuk hari itu. Sehingga jika saya tidak menonton pada hari itu maka tiket saya hangus dan harus membelinya lagi.

Terakhir Tidak Darurat dan Tidak Mendesak maksudnya sesuatu ini tidak begitu penting dan tidak harus segera dilakukan. Bisa kita lakukan kapan saja, karena dia tidak terbatas dengan waktu. Contohnya: Saya menginap disekre padahal tidak ada suatu pekerjaan yang harus saya lakukan. Sehingga menginapnya saya tidak darurat dan tidak mendesak pada saat itu.

Jadi, bisa saja orang mau mengikuti ajakan kita ini memiliki prinsip. Ia menentukan mana yang begitu penting baginya dan mendesak sehingga ia tidak membebek begitu saja. Dan ia juga menentukan kegiatannya itu penting kah baginya atau tidak. Jadi kitapun jangan sampai menghabiskan waktu kita untuk hal-hal yang tidak penting dan tidak mendesak. Karena kehidupan kita cuma sekali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s