Habibie & Ainun

Standar

Judul         : Habibie & Ainun

Penulis     : Bacharuddin Yusuf Habibie

Penerbit  : PT THC Mandiri, Jakarta

Tebal         : xii +323 halaman

ISBN          : 978-979-1255-13-4

 

Siapa yang tidak kenal dengan penulis ini, beliau pernah menjadi orang satu ketiga dari negeri ini. Terkenal akan keahliannya dibidang dirgantara Indonesia. Beliau adalah Bacharuddin Yusuf Habibie, alias BJ Habibie. Buku yang di tulis beliau ini merupakan karya beliau sebagai pengobat rasa kehilangannya atas berpulangnya pendamping hidup yang begitu dicintai, Besari Ainun Habibie. Berpulang pada  tanggal 22 Mei 2010, Allah swt memanggil beliau ke sisi-Nya.

 

Betapa berat beban yang penulis rasakan atas kehilangan istri tercintanya. Istri yang menjadi kawan penamping lebih dari separuh usia penulis ini begitu mewarnai seluruh hidup sang penulis. Suka duka telah banyak mereka lalui bersama mulai pertama kali mereka menikah di tahun 1962, mereka tinggal di negeri seberang untuk menuntut ilmu untuk negeri tercinta. Kerasnya hidup di negeri seberang sampai menjadi ibu negara ketika penulis diangkat menjadi Presiden RI ke-3 telah beliau lalui.

 

Seluruh isi dari buku ini berisikan kenangan-kenangan selama penulis hidup bersama Ainun selama 48 tahun 10 hari. Sosok Ainun begitu melekat dalam kenangan penulis, setiap gerak-gerik dari Bu Ainun senantiasa menemani penulis baik ketika Ainun masih hidup atau pun setelah beliau di panggil ke sisi-Nya. Sebagai seorang perempuan Ainun layaknya perempuan biasa, hidup sebagai seorang istri dari penulis dan ibu dari anak-anaknya.

 

Seperti kata pepatah, dibalik seorang lelaki yang hebat terdapat dua orang perempuan yang hebat, yaitu ibu dan istri. Ainun sangat dapat dijadikan teladan bagi perempuan yang sedang menjadi seorang istri maupun yang kelak menjadi seorang istri. Meskipun Ainun lulusan kedokteran Universitas Indonesia, Ainun tetap mengutamakan keluarganya. Sehingga setelah Ainun lulus ia tidak langsung bekerja sebagai dokter. Ainun menjadi sosok istri yang ideal, mengutamakan keluarganya dan senantiasa menemani suaminya kapan pun dan dimanapun.

 

Menerima keadaan suaminya dengan ikhlas, meski sering kali penulis pulang larut Ainun senantiasa menunjukan wajah yang menentramkan bagi penulis. Sehingga ketika penulis menghadapi tugas yang besar ia tetap merasa tenang selama ada Ainun disampingnya. Selalu bisa diajak berdiskusi ketika penulis memerlukan masukan. Mungkin saat ini akan sangat sulit menemukan istri seperti Ainun, yang bersedia menemani suaminya saat suaminya sedang bekerja, bahkan Ainun sering kali menemani penulis bekerja dengan membaca Al-Quran. Tidak pernah didapati oleh penulis, Ainun tidak pernah membaca Al-Quran tiap harinya.

 

Tidak dapat dipungkiri lagi, kesuksesan penulis sangat dipengaruhi oleh peran sang istri. Meski pertemuan keduanya singkat, Ainun sempat meninggalkan karya besar yang berguna bagi bangsa Idnonesia seperti Perhimpunan Penyantun Mata Tunaetra Indonesia (PPMTI) dan Yayasan Amal Abadi Beasiswa Orang tua Bimbingan Terpadu (YAAB-Orbit). Kehilangan Ainun bukan saja kehilangan penulis, tapi juga kehilangan ibu bangsa bagi negeri ini.

 

Begitulah sedikit gambaran ketika kita membaca buku ini. Kita seperti diajak mendengarkan curhat Penulis mengenai perempuan istimewa yang pernah dimiliki oleh bangsa ini ketika kita membaca ini akan menemukan cukup banyak bahasa sains yang mungkin bagi mereka yang pernah mengenyam pendidikan teknik tidak terlalu asing dengan istilah-istilah tersebut. Namun bagi pembaca umum akan sedikit bingung dengan isi buku ini. Selebihnya dari itu buku ini cocok bagi anda bagi perempuan yang ingin tahu sosok perempuan seperti apa yang bisa melahirkan lelaki hebat seperti BJ Habibie.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s