Tersiakan

Standar

Detik demi detik.

Menit demi menit.

Jam demi jam.

Hari demi hari,

bulan demi bulan.

Bahkan ,

tahun demi tahun.

telah begitu banyak yang telah kau sia-siakan.

Tak mungkin memintanya untuk kembali

Karena Ia tak akan memalingkan sedikitpun wajahnya

 

Ketika ia disampingmu, kau tak menganggapnya berarti

Kini ia telah pergi, semakin jauh meninggalkanmu

Sendiri dalam kesepian

 

Canda tawa kala itu kini telah menghilang

Hanya ratap  tangis kesedihan tersisa

Diam bukanlah pilihan

Merelakannya adalah yang terbaik

 

Dan kini telah datang yang lain

Janganlah kau sia-siakan

Jadikanlah ia teman terbaik dalam hidupmu

Karena engkaulah yang dapat memilihnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s