Pekerjaan atau Karier?

Standar

Your Job Is Not Your Career! Sebuah kredo yang senantisa disampaikan oleh Rene’ Suhardono. Kredo yang dipilih sebagai judul dari buku yang ditulisnya. Banyak di antara kita yang mungkin masih bingung ketika ditanya tentang bedanya Job dan Career? Karena bagi kita kedua kata tersebut memiliki maksud yang sama. Bahkan ada juga yang menganggap bahwa yang dimaksud dengan Career adalah Job itu sendiri.

Dalam buku Your Job Is Not Your Career!, Rene’ Suhardono ingin meluruskan pandangan kita bahwa pada dasarnya kedua kata tersebut memiliki makna yang berbeda. Perbedaan kedua makna tersebut begitu jauh sampai-sampai Rene’ Suhardono sering kali menyampaikan kredo Your Job Is Not Your Career! dalam bukunya.

Menurut hemat Rene’ Suhardono  yang membedakan antara Job dan Career adalah pekerjaan sekedar alat atau kendaraan yang membawa kita ke suatu tempat yang kita kehendaki sedangkan karier adalah perjalanan itu sendiri. Dalam arti lain job adalah sesuatu yang bukan milik kita dan karier adalah apa yang kita miliki. Hal ini Rene’ gambarkan dalam perbedaan antara keduanya seperti di bawah ini

Job

  •  ALAT/INSTRUMENT perusahaan untuk mencapai tujuan organisasi
  • Sarana bagi individu untuk memenuhi kebutuhan hidup dan karya
  • Jalan untuk berkembang secara pribadi dan professional
  • Kendaraan untuk memperoleh pencapaian pribadi & Kontribusi bagi lingkungan

Career

  • Bagaimana mengenal diri sendiri (baca: keunikan diri) dan mengetahui hal-hal yang sangat sangat diminati (your passions)
  • Bagaiman menjalankan hidupbermakna (Your purpose life)
  • Bagaimana kita ingin diingat saat kita tiada (your values)
  • Bagaimana untuk senantiasa mempunyai pandangan positif sepanjang hidup (your motivation)
  • Semangat untuk senantiasa punya pandangan positif dalam hidup SEKARANG (Your Action)
  • Bagaimana mencapai kebahagiaan dan kepuasan/ketercapaian hidup

Job merupakan milik perusahaan atau lembaga di mana kita terlibat sedangkan Career adalah semua pengalaman dan tindakan yang kita lakukan selama kita berada dalam perusahaan/lembaga tersebut. Bisa jadi Job yang kita lakukan sesuai dengan karier yang ingin kita jalani karena memiliki kesesuaian dengan passion, purpose dan value yang kita miliki. Dengan demikian job tersebut merupakan bagian dari career kita. Lalu bagaimana jika ternyata Job yang kita miliki tidak sesuai dengan passion, purpose dan value yang kita miliki? Apakah kita harus berhenti dan memilih Job lain yang sesuai dengan hal tersebut? Tentu saja tidak harus seperti itu, kita masih bisa melakukan keduanya secara bersamaan.

 

 

Passion : It is (NOT) about you’re good at. It is what you enjoy the most!

 “Passion (from the Ancient Greek verb πάσχω (paskho) meaning to suffer) is a term applied to a very strong feeling about a person or thing. Passion is an intense emotion compelling feeling, enthusiasm, or desire for something.” -wikipedia-

Passion merupakan sesuatu yang terletak dalam hati kita masing-masing. Setiap orang memiliki kehendak bebas untuk memilih hal yang paling Ia nikmati. Bagi mereka yang memenuhi panggilan-panggilan hatinya akan menemukan suatu kepuasan hidup meski banyak hal sulit yang menghadang sedangkan bagi yang lainnya, diri mereka akan dipenuhi keluhan demi keluhan atas apa yang dihadapinya. Passion merupakan satu dari bagian puzzle hidup kita yang mana membuat kita  bergairah melakukan suatu kegiatan. Seseorang yang tidak pernah mencoba hidup dengan passion mereka maka kehidupannya akan sama halnya dengan seonggok robot yang hanya tahu tugas dari pemiliknya tanpa tahu kenapa ia harus melakukan hal tersebut.

Dalam hidup ini ada beberapa pertanyaan yang selalu ditanyakan oleh setiap manusia (life purpose). Kenapa kita hidup? Mau kemana kita setelah ini? Bagi yang kita yang mengetahui jawaban atas pertanyaan ini maka kita akan melakukan segala sesuatu yang menurut kita perlu untuk memenuhinya. Namun jika kita tidak menemukan jawaban akan adanya diri kita di dunia ini dan akan kemana kita setelah kehidupan ini berakhir maka hidup kita mengalir bagai air yang tidak tahu kemana tujuan air tersebut mengalir dan kita baru menyesal ketika tersadar akan nafas terakhir kita berhembus.

Saya teringat dengan sebuah kalimat yang pernah saya dapatkan “ Lebih baik menyesal karena tidak berhasil daripada menyesal karena tidak pernah mencobanya”. Jadi sebelum waktu kita habis di dunia ini, alangkah lebih bijak jika kita memberikan kesempatan diri kita untuk mencari passion apa yang kita senangi. Hal yang paling mudah untuk mengetahui passion kita adalah denga bercermin ke dalam diri sendiri dan menyatakan dengan jujur apa yang kita senangi.

Setelah menemukan passion kita, berikutnya kita menentukan carrier apa yang sesuai dengan passion kita tersebut. Carrier yang dijalani dengan passion sepenuhnya akan menjadi kita lebih optimal dalam menjalankannya. Passion  saya adalah memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi orang lain oleh karena itu segala kegiatan yang saya lakukan akan berhubungan dengan memberikan manfaat kepada orang lain. Lalu apa passion Anda?

“Happiness is about being unselfish. Therefore sharing your happiness with other is my inspiration.”

-Budi Isman (penggagas dan pelaku social enterprise FMCG)-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s